Salah satu kegiatan rutin yang diadakan oleh Forum pecinta dan pelestari silat tradisional (FP#STI) adalah diskusi bulanan. Sebuah ajang ilmiah tempat berbagai aliran dan atau perguruan ditampilkan, dikenalkan kembali dan didalami segala seginya, agar lebih dikenal dan akhirnya dicintai oleh kaum muda Indonesia. Untuk Desember 2007, diskusi menghadirkan IPOSI Silau Macan.
IPOSI (Ikatan Pencak Silat Olahraga dan Silaturahmi) Silau Macan merupakan warisan pejuang kemerdekaan dari Tanah Condet, Betawi yaitu Entong Gendut.
Yang hadir dalam diskusi adalah Nur Rosyid, generasi ketiga Silau Macan ini. Ayah dari Nur Rosyid adalah Entong Sapri (1933-2005) yang merupakan generasi kedua serta masih memiliki hubungan saudara dengan Entong Gendut.
Bang Rosyid hadir bersama empat rekan lainnya dengan berpakaian lengkap hitam-hitam dan berpeci. Memang mereka baru pulang dari acara ‘palang pintu’ dan malam nanti juga akan berlatih silat lagi.
Dengan dihadiri oleh sekitar 30 peserta pecinta pencak silat dari fourm sahabatsilat.com, milis silatindonesia dan para penggiat FP2STI, serta pihak lainnya., acara diskusi dibuka oleh moderator Kisawung, sekitar pukul 14:20WIB, pada hari sabtu, 8 Desember 2007 bertempat di Gedung Hidro, Jalan Dewi Sartika 199B, cawang, Jak-tim.
Silau Macan
Apa makna Silau Macan. Dari penjelasan Bang Rosyid, ‘Silau Macan” diambil dari banyak gerakan silat aliran ini yang seolah-oleh menutupi mata atau muka, seperti kesilau’an. Silau Macan juga mengambil perbawa macan yang memiliki wibawa dan kekuatan dalam pandangan matanya sehingga dapat menjatuhkan misalnya seekor monyet dari pohon.
Secara garis besar dalam IPOSI silau macan ada 3 tingkatan untuk berlatih dan masih dilanjutkan dengan tingkat perasa dan peraba sebagi tingkat akhir. Waktu yang dibutuhkan, jika tekun, untuk menguasai ilmu ini sekitar 3 tahun.
Sebagai warga yang memiliki kesadaran akan Sang Khalik, dalam IPOSI SIlau Macan juga sangat ditekankan unsur religius Islami. Itulah sebabnya dalam banyak kegiatan; pengajian/marawis atau membaca Al-fatiha tidak terlepas dari latihan silat Silau Macan.
Memang, kata Bang Rosid, Silau Macan sebenarnya dimaksudkan untuk pembinaan akhlak dan iman islami generasi muda selain untuk silahturahmi dan juga olahraga yang menyehatkan tubuh. Itulah sebabnya semua anggota selalu dihimbau untuk sholat 5 waktu dan juga mematuhi perintah agama dan menjauhi larangannya termasuk tidak minum-minuman keras (mabuk-mabuk’an), mencuri, berbuat kriminal dan lain sebagainya.
Diakui oleh Bang Rasyid, bahwa Silau Macan memang diambil dari berbagai aliran termasuk cikalong, sitembak, silat macan dan aliran betawi lainnya. Kesemuanya kemudian diolah, dirangkum dan diberi kerangka khusus sehingga melahirkan tiga jurus inti SIlau Macan, yang merupakan warisan Entong Gendut dan adalah kekhasan IPOSI Silau Macan. Dengan demikian IPOSI Silau MAcan menjadi suatu aliran tersendiri, yang memperkaya jagat persilatan di Betawi khususnya.
Dikaui oleh Bang Rosyid, yang juga ketua Iposi ini, bahwa Silau Macan memang tidak terlalu banyak publikasi sehingga terkesan tidak nampak di permukaan.
Padahal, menurutnya, tidak sedikit jumlah anggotanya mulai dari Condet, Kramat jati hingga daerah lain di Betawi. Dan hingga saat ini pembenahan internal terus dilakukan agar dapat melestarikan warisan ini dengan lebih baik .
Pada kesempata itu juga diperagakan beberapa jurus SIlau Macan beserta aplikasinya. Sebuah pertunjukkan yang membuat para hadirin terpukau; , dengan kuda-kuda rendahnya, seorang pesilat Silau Macan memperagakan gerakan-gerakan silat macan dengan jari tangan rapat dan lurus (tidak mencengkeram), serta dilakukan dengan menggunakan beberapa penjuru. Sehingga keelokan, keanggunan serta sekaligus kekuatan jurus macan in tampak jelas tergambar dari peragaan tersebut.
Pada peragaan aplikasi lainnya terlihat peragan kuncian dan juga ambilan tangan musuh yang kemudian diselipkan pada kaki musuh dan akhirnya membuat lawan terjungkal. Sebuah tehnik tingkat tinggi, unik dan jarang kita saksikan jika bukan di pencak silat tradisional.
Ilmu batin dengan dasar dan tetap dalam jalan agama juga ada dalam IPOSI Silau Macan. Dengan rapalan atau laku tertentu diharapkan akan mempertajam penguasaan ilmu di Silau Macan. Tetnu saja semua dengan seijin Allah, Sang Pemilik semua ilmu dan kepadaNya lah semua ilmu semestinya dikembalikan.
Jakarta, 11 Desember 2007
Ian S
Source : Ian Samsudin, member of silatindonesia.com