Kaedah yang terakhir yang saya coba bahas di sini adalah kaedah posisi badan yaitu "Lurus ku serong, serong ku lurus". Maksud dari kaedah ini adalah konsep serang bela dimana pada posisi lurus maka harus di counter dengan posisi serong demikian pula sebaliknya posisi serong harus di counter dengan lurus.
Yang di maksud lurus disini adalah bentuk serangan berupa pukulan lurus dengan kuda kuda kaki dan tangan yang sama di depan - misalnya memukul dengan tangan kanan dan posisi kaki kanan yang maju
Sedangkan yang di maksud serong adalah posisi badan serong dimana bentuk kuda kuda atau bentuk serangan serong membentuk sudut antara 15 - 45 derajat terhadap arah serangan musuh.
Kaedah Lurus ku serong, serong ku lurus adalah kaedah silat yang berpatokan pada bentuk dan posisi lawan terhadap posisi kita dengan memperhitungkan faktor sudut serang lawan dan sudut serang kita.
Pada hampir setiap perkelahian dan pertarungan selalu terjadi pada bentuk di mana kita dengan lawan selalu berhadapat secara frontal (sama - sama lurus), sehingga para prakteknya aplikasi sambut pukul yang sangat mengandalkan teknik dan fisik sangat menjadi andalan dalam perkelahian jarak dekat dengan model ini.
Jika kita bandingkan dengan definisi kaedah Jurus diatas tentu saja sangat bertentangan dengan kadah ini, kaedah ini sendiri di perkenalkan oleh para jawara maenpo sejak dahulu kala. dimana para sesepuh kita sangat menyadari betapa tidak efisien dan menguras tenaga jika kita berhadapan dengan lawan secara frontal. untuk itu kaedah ini di perkenalkan dengan maksud dan tujuan agar ketika kita berhadapan dengan lawan bisa kita hadapi dengan cara yang efektif dan efesien langsung pada tujuan melumpuhkan lawan tanpa menguras tenaga pada acara sambut pukul.
Kaedah Lurus Ku Serong , mengandung makna jika kita melawan serangan lawan yang lurus dan frontal dengan kita harus di hadapi dengan posisi serong (dengan sudut antara 15-45 derajat terhadap lawan) maksud serong disini bisa berupa egosan atau memang jika tidak sempat mengindari serangan musuh maka dampak serangan yang dirasakan tidak telak (karena posisi badan kita tidak tegak lurus terhadap serangan lawan).
Kaedah Serong ku Lurus, mengandung makna jika musuh masuk tidak frontal terhadap kita dengan mengambil sudut yang tipis (misalnya pada aplikasi sambut luar) terhadap posisi kita, maka kita harus segera memperbaiki posisi badan kita agar bisa mendapatkan posisi lurus (atau tegak lurus) terhadap posisi lawan kita sehingga sudut serang kita akan lebih menguntungkan kita dan lawan akan mendapatkan posisi kuda kudanya tidak menguntungkan.
Demikian sedikit penjelasan tentang kaedah maenpo/silat sunda yang banyak di terapkan pada aliran "buhun" yang menjadi bukti kekayaan dan ke jeniusan para tokoh beladri masa lalu yang sudah memperhitungkan posisi, tenaga, rasa dan titik berat yang sangat mempengaruhi pada semua permainan silat tradisional khususnya di jawabarat