Naga 's posts with tag: silat

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag silat
Photo AlbumDiskusi Silat Bandrong (9 photos)Jun 23, '08 10:20 PM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd
Dokumentasi diskusi silat bulanan sahabat silat pada tanggal 21 Juni 2008, menampilkan silat bandrong dari banten

Dalam beberapa aliran penca jawabarat kata Ceplosan, Kocoran, Leungitan sering di sebut sebagai salah satu kaidah silat yang di pakai. Secara bahasa kata Kocoran berarti mengalirkan arah serangan atau tenaga lawan, sedangkan  kata Ceplosan bisa berarti Jeblos (bahasa indonesianya apa ya?) serangan atau tenaga lawan. sedangkan leungitan adalah menghilangnya sasaran lawan karena pindah baik secara target serangan maupun secara tenaga.

Istilah Kocoran mungkin agak sedikit mudah di jelaskan seperti perinsip mengalirkan tenaga lawan, karena kata kocor dalam bahasa sunda berarti mengalir. seperti pada kata "Cai Ngocor" yang artinya "Air Mengalir".

Contoh yang paling konkrit adalah pada kasus lawan menyerang dengan pukulan lurus yang di terima bukan dengan tangkisan tetapi dengan mengalirkan tenaga pukulan itu sampai habis. bisa dilakukan dengan tempelan atau tangkapan tergantung kasus yang di hadapi dan posisi yang kita sukai.

Istilah ceplosan bisa juga berarti jeblosan, mirip dengan Kocoran hanya saja ceplosan biasanya melewatkan serangan lawan dengan terlebih dahulu membendung tenaga lawan kemudian melepaskannya sambil memberikan tambahan tenaga atau serangan.

Contoh Ceplosan adalah ketika lawan menyerang di tahan (bendung) dengan tangan baik berupa tangkapan atau tangkisan yang menyebabkan lawan memaksa untuk memasukkan serangannya. nah pada moment lawan memaksa ini tenaga di kosongkan sehingga efek coplosan ini benar benar bisa dilakukan sekaligus menambahkan tenaga pada saat lawan nyeplos tadi.

yang ke tiga adalah Leungitan, ini erat kaitannya dengan permainan kosong, dimana lawan menyerang kita dan seketika juga kita hilang dari target serangan lawan (bersamaan). atau dalam permainan usik biasanya ketika lawan menyerang masuk maka kita akan memberika tenaga kosong sehingga lawan merasa seolah olah target serangan menjadi hilang.

Contohnya pada kasus lawan mendorong badan kita, ketika lawan mendorong maka bersamaan kita mengikuti gerakan lawan dengan posisi tenaga kosong menghilang dari target serangan lawan. bisanya gerakan ini dibantu dengan teknik robahan dan langkah sehingga lawan akan merasa kehilangan target serangan

Terakhir, sepertinya konsep ini agak susah di mengerti mengingat bahwa kaedah, Kocoran, Ceplosan dan leungitan ini hanya bisa di lihat dan di rasakan ketika bersamboeng tangan dengan lawan.

Mudah mudahan bisa menjadi pencerahan


Blog EntryDoa adalah senjata orang mukminApr 1, '08 7:45 AM
for everyone

Bissmillahirrohmannirrohim (dengan menyebut nama Alloh yang maha pengasih lagi maha penyayang). Kata ini adalah kata yang paling banyak di ucapkan oleh semua orang muslim di seluruh antero dunia. dengan berbagai macam tujuan dan niat tetap saja ini adalah kalimah yang menunjukkan keikhlasan dan berserah dirian seorang hamba kepada sang khalik pemilik alam semesta.

Sebagai orang yang mendalami silat (meski engak terlalu dalam), kalimah, doa, zikir atau bacaan adalah hal yang lumrah di pelajari dalam mendalami silat sebagai beladiri. dari mulai bacaan umum sampai bacaan khusus.

Dari mulai Alfatihah, falak Bin Nash sampai ayat khusus yang di yakinin memberikan kekuatan atau keistimewaan pada yang mengamalkannya. di beberapa aliran silat bahkan bacaan ini di 'Beli' dengan berpuasa atau bahkan dengan ritual tertentu yang nota bene tidak ada tutunan dan petunjuk dari Al Qur'an maupun Sunnah Rosul.

terlepas dari pro dan kontra cara pengalaman Dzikir dan doa ini, saya melihat kesadan bahwa sumber dari segala sumber kekuatan, Ilmu pengetahuan bahkan Khodo dan Khodar adalah ada di tangan tuhan itu menjadi sumber energi positif yang bisa mengendalikan nafsu binatang yang dimiliki kita manusia.

Dari semua yang saya pelajari bahwa ternyata memang dari dzikir ini akan tumbuh ikhlas dan dari ikhlas ini kita akan mendapatkan ilmu yang tertinggi dari semua ilmu yaitu lillahi ta'ala atau berserah diri pada alloh.

"Inna shalatii wa nusukii wa mahyaa ya wa ma maatii lillahirobil alamiin"
Sesungguhnya Sholatku dan Ibadahku dan Hidupku dan Matiku hanya di tangan Alloh tuhan seru sekalian alam


Langkah, Lengkah atau bahasa sononya footstep menjadi salah satu menu dalam berlatih beladiri. sama halnya dengan hal yang paling membosankan yaitu kuda-kuda. berlatih kuda-kuda dan berlatih langkah merupakan menu latihan sehari hari bagi para praktisi beladiri. dimana dengan kuda - kuda (katanya) bisa menguatkan kekuatan kaki dan keseimbangan. sedangkan dengan langkah (katanya) diharapkan dapat memberikan efek pada body movement dari para praktisi beladiri.

Dari beberapa referensi yang sempat saya baca, langkah ini di kembangkan sebagai salah satu alat serang bela yang biasanya di gunakan untuk mendekatkan atau menjauhkan dari lawan dengan tujuan tujuan untuk mendapatkan posisi terbaik untuk melakukan serangan terhadap lawan. di silat langah menjadi salah satu andalan dalam bersilat seperti di sumatra di kenal dengan lankah tigo, langkah ampek, ada juga yang mengembangkan pola langkah segi tiga dan langkah segi empat. di silat sunda dikenal juga dengan istilah pancer yang berbentuk pola pola langkah yang terpusat yang menjadi bentuk movement dari jurus jurus silat itu sendiri.

sahdan didalam tinju pun langkah (footstep) digunakan dalam melakukan teknik serangan dan hindaran, demikian juga di karate dan taekwondo yang di gambarkan pada gerakan jurus dan kata yang selalu memiliki pola langkah tertentu.

selain pola langkah cara melangkah sediri berbeda beda didalam beladiri, sehingga ada istilah langkah biasa, langkah seser, langah jinjit dan seterusnya. itu semua menggambarkan bahwa beladiri adalah suatu sistem bukan sekedar gerakan gedebak gedebuk yang biasanya kita lihat di perkelahian biasa. semua sistimatis dan dilatih secara intensif.

lalu kenapa itu semua perlu dilatih, kenapa tidak langsung aja belajar pukul nendang tanpa harus mengetahui pola langkah, cara jalan dan cara melangkah sampai pancer dari jurus jurus beladiri yang dipelajari?

menurut hemat saya karena salah satunya adalah : lawan kita adalah benda hidup yang memiliki kemampuan bergerak, baik dengan tujuan menyerang maupun menghindar. sehingga untuk mengimbangi itu kita harus memiliki keseimbangan dan kecepatan gerak yang juga diimbangi dengan kecepatan melangkah dan mendapatkan posisi terbaik guna memanfaatkan moment yang ada. jadi belajar langka dan kuda kuda itu wajib hukumnya.

pada akhirnya belajar beladiri adalah kemampuan untuk memanfaatkan setiap kesempatan untuk melumpuhkan/mengalahkan lawan,  dan belajar langkah adalah salah satu cara untuk menciptakan kesempatan itu. bukan menunggu kesempatan datang melainkan menciptakan kesempatan.

 

 


ddd
dThumbnaild
ddd
Pada Minggu 28 Oktober 2007 kemarin saya menghadiri acaa festival silat tradisional yang diadakan oleh Perguruan pajajaran Nasional
acara ini di ikuti oleh perguruan lain selain pajajaran diantaranya Putra Betawi, Cingkrik, Mustika kwitang, sipecut, Tapak Suci, ASAD, Cikalong pancerbumi dan lain-lain

Blog EntrySilaturahmu yang menyenangkanOct 25, '07 10:21 PM
for everyone

Tak terasa lebaran sudah berlalu, menyisakan kenangan atas nikmatnya berpuasa dan bersilaturahmi sesama teman dan saudara.

Kenapa lebaran kali ini terasa berbeda, tentu saja karena baru lebaran kali ini saya 'keduluan' oleh guru saya yang datang silaturahmi pada hari kedua lebaran ini. Kronologisnya begini: waktu itu masih pagi (sekitar jam 8 pagi) saya di beritahu oleh istri saya bahwa guru saya datang dan sudah ada di depan pintu rumah ibu mertua saya. dengan tergopoh gopoh saya sambut kehadirannya di depan rumah saya. seraya memberikan tangan untuk  bersalaman mengucapkan maaf lahir dan batin.

kejadian berikutnya ya seperti biasa, ngobrol ngaler ngidul sambil di selingi beberapa praktek usik penca yang selama ini saya tekuni dari mulai sejak SMP. memang ini sudah menjadi kebiasaan kita, ketika bertemu tanpa bersambung tangan rasanya ada yang kurang :)

beberapa kali guru saya mengupas tentang pentingnya memisahkan tenaga 'awak' dengan tenaga 'leungeun', bagaimana kita bisa usik tanpa mancing rasa lawan dan sebagainya. semua kita lakukan dari mulai sambil duduk sampai akhirnya kita praktek sambil berdiri. tentu saja saya harus memindahkan meja di ruangan tamu ibu mertua agar tidak menjadi korban dari praktek praktek kita yang kadang memerlukan tempat agak luas.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 siang dimana guru saya harus pamit untuk kerumah putrinya yang tidak jauh dari rumah saya, beliau berencana akan berjalan jalan ke arah jawa sana untuk menghadiri undangan beserta keluarga putra dan putrinya.

Terkenang bagaimana ketika saya pertama kali bertemu dengan beliau ketika itu saya masih kelas 2 SMP dan masih cupu dalam hal beladiri, beliau sangat berjasa pada saya dalam memberikan dasar - dasar silat yang sampai sekarang ini saya yakini dapat membantu saya khususnya dalam membeladiri saya dan keluarga.

Masih terbayang ketika harus pulang latihan dengan telapak kaki penuh lecet karena berlatih di atas lapangan tanpa alas kaki di siang hari. namun ini tidak mengurangi semangat saya untuk belajar pada guru saya yang satu ini. Setelah saya tekuni semua latihan saya masih suka 'ngingintil' guru saya kemana mana ketika beliau sedang melatih di beberapa tempat di bandung, kadang saya ikut latihan dari sore hingga malam (yang sampe sekarang menjadi kebiasaan kalau sudah latihan dan diskusi silat).

Kebiasaan ini lah yang mungkin sampe sekarang sudah mendarah daging dan keluarga sangat mengerti akan hobi saya dari mulai kecil ini. Pulang jam 2 malam atau bahkan sampe pagi sudah merupakan suatu hal yang biasa jika saya berlatih silat.

Bagi beberapa orang kebiasaan ini mungkin di anggap sesuatu yang gila, memang ini adalah suatu kegilaan, kegilaan karena gila silat.

dan saya menemukan orang orang gila Silat yang memiliki interest yang sama di FP2STI, orang yang tidak tahu waktu dan tempat kalau sudah bicara masalah silat.

 

 


ddd
dThumbnaild
ddd
Kemarin di Ruangan Meeting Persilat Padepokan Pencak silat Taman Mini, dilaksanakan acara tumpengan dalam rangka memperingati 1 tahun didirikannya FP2STI, semua harapan dan dambaan seolah olah tersampaikan dalam acara ini. kerinduan akan berdirinya Silat di tanah air sendiri seakan menjadi harapan besar agar kelestariannya bisa tetap di jaga.
Dengan FP2STI ini semua berharap silat tradisional bisa dilestarikan dan terbebas dari ancaman kepunahan

Wisata Silat 2007 -Napak Tilas Maenpo Cianjur (bagian 5 - Tamat)

Workshop Maenpo Cianjur

Inilah acara puncak wisata silat.  Singkat kata, Minggu 13 Mei 2007 tepat pukul 8.30 semua peserta sudah duduk manis di Gedung DKC dan menantikan acara puncak ini.  Uniknya peserta yang hadir di ruangan pertemuan sangat banyak mencapai seratus orang lebih. Banyak peserta dan wartawan yang datang kemudian. 

Acara dibuka dan dimoderatori oleh Pak Bambang dan Uda Alda. Dengan tepat dan singkat, dalam sambutannya, koordinator forum dengan singkat padat dan jelas mengatakan bahwa tujuan utama forum hanyalah untuk menjadikan pencak silat ‘sebagai tuan di rumahnya sendiri dan dicintai oleh, khususnya, kaum mudanya'....

Setelah itu moderator pembicara ditangani oleh Bp Memed, sekaligus pembicara tunggal untuk sejarah maen po Cianjur. Dengan cukup panjang dan detil, Bp Memed menerangkan sejarah maen po Cianjur mulai dari Rd. Ibrahim hingga saat ini; disinggung juga berbagai filosofi yang sangat dalam baik yang terkandung dalam gerakan maupun dalam budaya setempat.

(wajah para pembicara dan sesepuh maenpo cianjur)

Acara kemudian menonton ‘layar tancep' atraksi jurus-jurus dari Cikalong, Sabandar dan Cikaret ketika ada syuting dari Eric, tamu dari Perancis. 

Tanya jawab menyusul kemudian yang dengan antusias diikuti oleh hadirin workshop. Dan akhirnya, para sesepuh pun menampilkan ilmu mereka tanpa ada yang ditutup-tutupi. Benar-benar kesempatan langka dan sangat berharga. 

Bahkan peserta mendapat kesempatan untuk ‘merasakan' energi dan rasa dari masing -masing aliran.   Mulai dari Cikalong yang lembut maupun versi yang keras, Cikaret yang berprinsip melumpuhkan lawan secepatnya sebelum serangan lawan sampai, sehingga terkesan cepat-keras-telengas, Sabandar dengan permainan napas dan rasa yang dalam tahap tertentu bisa melumpuhkan lawan tanpa jarak.  Sungguh menarik, sesepuh tanpa enggan dan segan menunjukkan isi dalam ilmu mereka, karena peserta silat sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.  Suatu anggapan yang mengharukan...

Bahkan ketika acara usai pun, peserta  yang masih ‘haus' tetap berkesempatan untuk mencoba langsung dengan berbagai sesepuh adan alirannya. 

Baru kali itu peserta melihat apliksi ‘rasa anggang' atau pun ‘rasa sinar' yang dapat mejatuhkan/menghadapi musuh  dengan jarak beberapa meter jauhnya.   Juga aplikasi dari sabandar dengan tehnik napasnya. Tidak kalah heboh, dari Cikaret yang suangat cepat dan terkesan keras-telengas itu...

Demikian sulit melukiskan suasana ini semua dalam kata-kata...

Sungguh suatu kekayaan budaya yang membuka mata semua peserta Wista Silat akan ‘emas-permata' yang demikian berharga dari budaya sendiri, khususnya budaya Cianjur

Tak terasa sudah demikian sore dan peserta pun dengan enggan kembali ke bisnya. Dalam perjalanan, peserta mendapat kesempatan untuk membeli asinan, tauco dan oleh-oleh khas Cianjur lainnya; dan juga bersilahurahmi ke rumah Pak Haji Aziz, sesepuh Cikalong pancer bumi; yang juga berfungsi sebagai padepokan Cikalong Pancer Bumi sebelum akhirnya kembali ke Jakarta.

Di bis pun peserta masih ramai membicarakan pengalaman suangat menarik itu. Gelak tawa dan keakraban masih menyelimuti sepanjang perjalanan yang kadang-kadang diselimuti juga dengan kesunyian, karena sebagian terlelap oleh rasa lelah.

Namun semua peserta menyatakan bahwa mereka puas. Sungguh behagia mengenal dan mencicipi kekayaan budaya sendiri, maen po Cianjur.

Muncul tekad kuat dalam dada:

MARI KITA LESTARIKAN PENCAK SILAT TRADISONAL, KEKAYAAN BUDAYA KITA......

Sumber: www.silatindonesia.com


 Sambutan Meriah di DKC

Gedung Dewan Kesenian Cianjur (DKC) terletak di jantung kota Cianjur, di depan pasar inpres, tepat di pertigaan.  Sewaktu peserta menginjakkan kaki di halaman DKC ini sudah menanti rombongan anak-anak yang akan menghantar peserta Wisata silat masuk ke dalam gedung dengan iringan ibing pencak, disertai musik gendang pencak yang berdentam penuh semangat, menyatakan selamat datang pada peserta Wisata Silat.... Wuuiih sambutannya heboh ya......

Wisata Silat 2007 -Napak Tilas Maenpo Cianjur (bagian 4)

Terlihat di kursi sebalah kanan, sudah penuh oleh para sesepuh dan praktisi maenpo cianjur dengan pakaian yang berwibawa dan ikat kepala khas cianjur.

Peserta wisata silat pun duduk di sebelah kursi kiri, sesepuh di bagian depan dan acarapun dimulai.  Sambutan pertama dari ketua panitia, Hj Aziz, dari paguron pancer bumi yang juga anggota DKC, yang melaporkan sejumlah 60 lebih mengikuti wisata silat ini dan telah berziarah ke Makam Rd Ibrahim dan Goa Jelebud.

Sambutan berikutnya dari O'ong (mewakili forum) yang mengajak semua paguron untuk membuka diri demi kelestarian maenpo dan menggunakan pariwisata sebagai salah satu cara pelestarian.

Bapak Eddy Nalapraya, president PERSILAT, turut menyumbang saran megenai pentingnya perhatian dari pemkab setempat dalam bentuk pendanaan APBD untuk kegiatan budaya pencak silat.

Sambutan dari Bupati yang diwakilioleh asda2-nya menyatakan akan menyampaikan semua usulan tersebut pada Bupati dan saat ini manepo telah menjadi kegiatan wajib bagi semua sekolah SD dan SMP di Cianjur dan dalam waktu dekat akan diadakan pelatihan bagi giru calon pelatih maenpo.  Berkaitan dengan pendirian padepokan maenpo cianjur, telah pula dibeli tanah sekian hektar untuk keperluan itu, sambil menunggu dana selanjutnya untuk membuat gedung dan perlengkapannya.

Sambutan usai, langsung hadir pada acara yang dinanti, persembahan atraksi pencak silat.

(atraksi pesilat cilik)

Ibingan- demi ibingan dari anak-anak, baik perseorangan maupun kelompok menampilkan keindahan gerak dan seni dari maenpo cikalong.  Hadirin sungguh dibuat takjub oleh penampilan ini dan enggan berkisar sedikitpun dari tempat duduknya. Anak anak segala umur mulai dari SD, SMP hingga SMA memeragakan maenpo-nya masing-masing  dengan sedemikian mengagumkan.  Kendati sangat muda, unsur rasa dan penghayatan gerak sudah mulai tampak pada setiaphentakan dan sapuan tangan dan kaki cilik mereka.  Hanya ada : luuarr biaassaa...

Dan tidak hanya itu, kini para sesepuhpun menampilkan atraksinya. Ini sungguh istimewa.  Terutama kehadiran Gan Ita Sasmita yang berusia 84 tahun, yang berjalan pun terlihat susah, sehingga mesti dituntun terlebih ketika naik tangga; ...eehhh... waktu dia ber-ibing dan memainkan jurus dan bahkan tehnik aplikasi dengan sesepuh lainnya; sama sekali tidak terlihat sudah demikian uzur dan menderita penyakit berat yang membutuhkan operasi; bahkan dengan tangkas dia mampua menghadapi serangn orang yang lebih muda;  semuanya itu jelas membuat tergangga peserta wisata silat. Applaus besar pun menggema dan diberikan pada beliau, pada dedikasi dan kecintaanya pada maenpo; sebuah teladan nyata dan hidup bagi kaum muda dan khususnya peserta Wisata Silat, yang sebagian berpikir: ‘apakah kita bisa seperti beliau jika telah tua nanti', ato sebagian lagi bergumaam dalam hati: ‘bisakah aku menjadi tua seperti beliau ..he he...' (maksudnya kagak mati mude , gitu)...

(photo bareng Gan Ita Sasmita)

Suasana tambah hangat dan semarak. Kini giliran tampilan dari peserta Wisata silat, dengan iringan gendang pencak; tampilan 15an anak-anak dari paguron Paku  Bumi, teletak di Cipanas, yang dibawa khusus oleh Pak Eddy Nalapraya untuk acara ini, semakin menghanyutkan suasana ...Yang kemudian, muncullah Bang Idjul memainkan jurus aliran sabeni yang cepat dan keras diikuti Pak Bambang dari cingkrik goning, Bang Nani (gerak saka), Kong Salim (paseban lama); dan sebuah peristiwa menarik yang pasti sangat jarang terjadi yaitu atraksi aikido oleh sensei hakim dengan iringan gendang pencak.....

Masih terus atraksi dan penampilan demi penampilan bergulir satu demi satu...

Atraksi terakhir adalah ibingan khusus Cianjuran yang dibentuk oleh para sesepuh maenpo Cianjur untuk kepentingan ibingan.  Secara serentak semua sesepuh (berjumlah dua puluhan orang) ber-ibing ria dengan sangat memukau. 

Malam tak terasa semakin larut...semua acarapun mesti diakhiri untuk datang lagi esok hari lagi.

(Bersambung...)

Jakarta, 15 Mei 2007
Team Liputan Silatindonesia
By : Ian Samsudin

Sumber: www.silatindonesia.com


Wisata Silat 2007 -Napak Tilas Maenpo Cianjur (bagian 2)

silatindonesia.com - Juma'at malam, kalender menujukkan tanggal 11 Mei 2007, berkumpullah para pendekar, pencinta, pemerhati dan sahabat silat tradisionil di Padepokan Pencak Silat (TMII) Jakarta untuk melakukan sesuatu yang agak lain dalam upaya pelestarian pencak silat tradisional yaitu berwisata silat ke Cianjur.

Wisata silat? Ya wisata silat...! Mengapa tidak? Bukankah pencak silat merupakan budaya bangsa yang tetaplah sebuah produk budaya yang dapat dinikmati keindahannya, dikagumi kedalaman isi filosofi, dan dikenal-mendalam untuk semakin dicintai pada konteks budaya masyarakatnya.

Maka sengaja, Forum Pencinta dan Pelestari Pencak Silat Tradisional (FP2ST) mengorganisir cara baru mengenalkan dan melestarikan Pencak Silat khususnya silat tradisi pada kaum muda yaitu dengan ber-wisata silat. Sebuah metode yang diinspirasikan dari pengalaman Cina dan Thailand dalam hal budaya beladiri dan pariwisata dan kelestarian budaya mereka.

Meski dengan fokus pada maenpo Cianjur, wisata silat juga akan menikmati keramahan masyarakat cianjur, keindahan alamnya dan lezatnya makanan (wisata kuliner) khas Cianjur...!

Sejak pukul 19:00 peserta mulai berdatangan dan langsung menyantap makan malam berupa nasi Padang bungkus. Yang muda, yang tua, yang pendekar, yang praktisi, yang hobi, yang pengamat, yang pemerhati silat, semua berbaur, bergaul dan bersilahturahmi.

Serta tidak ketinggalan para sesepuh perguruan dan aliran juga hadir; seakan tidak mau kalah dengan kaum muda dan dengan demikian tetap menunjukkan ‘jiwa muda' yang selalu peduli dengan kelestarian pencak silat tradisional.

Mereka adalah Babe Ali Sabeni yang adalah anak dari Babe Sabeni, Sang pendiri aliran Sabeni dari Tanah Abang, Jakarta Pusat; hadir juga Bang Idjul, anak dari Babe Ali dan Cucu dari Babe Sabeni; Turut juga Kong Salim, sesepuh dari silat Paseban Lama; Pak Tubagus Bambang, pewaris dan pengembang Cingkrik Goning, Pak Bambang Sarkoro, sesepuh dari perguruan Margaluyu; Babe Nani, sesepuh dari Gerak Saka, dan Sensei Hakim (Aiki-kenyukai), seorang pemerhati silat dari Aikido.

Tentu juga diikuti oleh banyak kaum muda dari milis silat indonesia, kaukus.com, komunitas pencinta alam, bulletin/majalah kesehatan senior (grup Kompas), wartawan dari koran Tempo, Trans TV, BBC London, dan wartawan setempat (yang hadir ketika acara workshop); dan para pemerhati dan pencinta pencak silat tradisional..!

Setelah dibuka dengan doa oleh Pak Bambang, bis ‘Big Bird'dengan fasilitas AC dan TV ini melaju dengan mulus dari TMII sekitar pukul 21.15 dan tiba di Cianjur pukul 23.15, tepat dua jam dengan kondisi lalu lintas yang lancar.

Sepanjang perjalanan, rombongan tampak bersemangat dan antusias, berkumpul berbagi pikiran dan bersilaturahmi antar peserta; hingga tawa terdengar sepanjang perjalanan, semangat kekeluargaan menyeruak dan siap menyongsong tanah maenpo cikalong, cikaret dan sabandar (plus cimande buhun); inilah ranah Cianjur.

Malam semakin menjelang menyambut rombongan ketika tiba di Gedung KONI, tempat para peserta akan menginap selama wisata silat ini.. Turun dari bis, udara dingin dan sejuk menyambut para peserta yang terbiasa dengan udara Jakarta; begitu menyegarkan dan mengenakkan perasaan.

Peserta digelandang masuk ke gedung KONI, tempat sederhana -‘hotel' atlit-yang akan diinapi selama acara Wisata silat ini. Setelah mendapat briefing singkat dari Koodinator Forum, Mas Eko Hadi, pesertapun menikmati makanan kecil : pisang, kacang rebus, ubi kecil dan unik dan minuman jahe (sejenis bandrek) yang menghangatkan badan. Sebagian peserta yang kelelahan langsung istirahat dan sebagian yang belum puas dan termasuk dalam kategori terkena ‘virus gila silat' tetap berdiskusi dan bertukar ilmu hingga subuh....wwuuiihhh...


Jreng...Cianjur, euiy!

12 Mei 2007, Cianjur, sebuah kota kabupaten di provinsi Jawa-Barat, dengan jarak sekitar 65 km dari Bandung, ibukota Jawa-Barata dan 120 km dari Jakarta, dengan jarak tempuh sekitar 2,5-3 jam dalam kondisi lancar. Cianjur terletak diantara 6 derajat 21 detik - 7derajat 25 detik LU dan 106 derajat 42 detik BT-107 derjat 25 detik BT.

Karena berada pada ketinggian sekitar 2.300 dpl dan berada di kaki Gunung Gede, maka kota kecil ini berhawa sejuk dan segar. Dengan jumlah penduduk sekitar 2 juta jiwa ( tepatnya 2.058.134 per tahun 2004 menurut data yang diberikan oleh Pemkab Cianjur dalam situs resminya http://www.canjur.go.id/ ), Cianjur menjadi kota yang dinamis dan terus berkembang.

Matahari belum nampak pagi itu, dingin belum juga hilang, Sabtu, 12 Mei 2007, terlihat sekelompok orang sedang senam pagi di halaman Gedung KONI, Cianjur. Halaman yang dilapisi kon-blok itu, pada satu sisinya dipasang tenda untuk kegiatan ormas setempat itu; disanalah para peserta Wisata Silat mengerakkan badan, kendati sebagian peserta belum tidur -karena asyik berdiskusi hingga fajar--; suasana tetap riang; di bawah komando Pak Bambang yang memberikan senam sehat ala Margaluyu, disusul kemudian sedikit perkenalan gaya senam-nya Sabandar oleh pendekar Kisawung dan sebagai bonus yang unik, senam ala Thailand (apa ya namanya?:)) oleh pendekar O'ong Maryono...

Seusai senam pagi, peserta mandi pagi dan makan pagi yang disiapkan oleh saudara kita dari Cikolong Pancer Bumi, khususnya keluarga Pak Haji Aziz dan Aceng beserta murid-muridnya. Salut untuk mereka yang selama tiga hari dan 2 malam Wisata ini bekerja keras dalam hal yang sangat vital ini yaitu konsumsi.

Dengan rapi, semua peserta berbondong-bondong naik bis menuju ke Kantor Bupati Cianjur. Sungguh mengejutkan, betapa Pemda Cianjur menganggap serius dan memberikan perhatian yang sungguh-sungguh bagi acara wisata silat ini. Bupati sendiri yang menyambut dan menerima peserta Wisata Silat.

Sambutan Bupati Cianjur
Dalam sambutannya Bupati Cianjur, Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh, mengucapkan selamat datang dan mengenalkan Cianjur dengan motto-nya : ngaos, mamaos dan maenpo. Ngaos adalah tradisi mengaji sebagai salah satu pencerminan kegiatan kerohanian dan spirtualitas. Mamaos adalah pencerminan kehidupan budaya daerah di mana seni mamaos Tembang Sunda Cianjuran berbibit buit ( berasal ) dari tatar Cianjur.


Sedangkan maenpo adalah seni beladiri tempo dulu asli Cianjur yang sekarang lebih dikenal dengan seni beladiri Pencak Silat. Bahkan pendapo Cianjur pun diadikan ajang bagi ketiga kegiatan tersebut. Secara Resmi Bupati kemudian melepas rombongan untuk ber-wisata silat diiringi dengan tepuk tangan yang meriah dari hadirin.

Dari Forum, yang diwakili Mas Eko, menyatakan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam atas sambutan yang demikian besar dan penuh dengan kekeluargaan; sebagai rasa terima kasih Forum pun memberikan sedikit tanda mata berupa Kujang kepada Bp Bupati. (menarik juga membandingkan pakaian resmi semua pejabat pemda dan peserta wisata silat yang terkesan santai dan kasual ). Sayang sekali karena kesibukan Bupati, acara pun diakhiri dengan photo bersama di depan Kantor Bupati.
(bersambung...)

Jakarta, 15 Mei 2007
Team Liputan Silatindonesia
By : Ian Samsudin



Sumber: silatindonesia.com

ddd
dThumbnaild
ddd
Sabtu 7 April 2007 diadakan silaturahmi antara anggota forum silat indonesia dengan persiden PERSILAT bpk Edy M. Nalapraya
acara berlangsung dengan sangat santai dan akrab dan penuh kekeluargaan.

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help