Naga 's posts with tag: opiniku

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag opiniku

Kaedah yang terakhir yang saya coba bahas di sini adalah kaedah posisi badan yaitu "Lurus ku serong, serong ku lurus". Maksud dari kaedah ini adalah konsep serang bela dimana pada posisi lurus maka harus di counter dengan posisi serong demikian pula sebaliknya posisi serong harus di counter dengan lurus.

Yang di maksud lurus disini adalah bentuk serangan berupa pukulan lurus dengan kuda kuda kaki dan tangan yang sama di depan - misalnya memukul dengan tangan kanan dan posisi kaki kanan yang maju

Sedangkan yang di maksud serong adalah posisi badan serong dimana bentuk kuda kuda atau bentuk serangan serong membentuk sudut antara 15 - 45 derajat terhadap arah serangan musuh.

Kaedah Lurus ku serong, serong ku lurus adalah kaedah silat yang berpatokan pada bentuk dan posisi lawan terhadap posisi kita dengan memperhitungkan faktor sudut serang lawan dan sudut serang kita.

Pada hampir setiap perkelahian dan pertarungan selalu terjadi pada bentuk di mana kita dengan lawan selalu berhadapat secara frontal (sama - sama lurus), sehingga para prakteknya aplikasi sambut pukul yang sangat mengandalkan teknik dan fisik sangat menjadi andalan dalam  perkelahian jarak dekat dengan model ini.

Jika kita bandingkan dengan definisi kaedah Jurus diatas tentu saja sangat bertentangan dengan kadah ini, kaedah ini sendiri di perkenalkan oleh para jawara maenpo sejak dahulu kala. dimana para sesepuh kita sangat menyadari betapa tidak efisien dan menguras tenaga jika kita berhadapan dengan lawan secara frontal. untuk itu  kaedah ini di perkenalkan dengan maksud dan tujuan agar ketika kita berhadapan dengan lawan bisa kita hadapi dengan cara yang efektif dan efesien langsung pada tujuan melumpuhkan lawan tanpa menguras tenaga pada acara sambut pukul.

Kaedah Lurus Ku Serong , mengandung makna jika kita melawan serangan lawan yang lurus dan frontal dengan kita harus di hadapi dengan posisi serong (dengan sudut antara 15-45 derajat terhadap lawan) maksud serong disini bisa berupa egosan atau memang jika tidak sempat mengindari serangan musuh maka dampak serangan yang dirasakan tidak telak (karena posisi badan kita tidak tegak lurus terhadap serangan lawan).

Kaedah Serong ku Lurus, mengandung makna jika musuh masuk tidak frontal terhadap kita dengan mengambil sudut yang tipis (misalnya pada aplikasi sambut luar) terhadap posisi kita, maka kita harus segera memperbaiki posisi badan kita agar bisa mendapatkan posisi lurus (atau tegak lurus) terhadap posisi lawan kita sehingga sudut serang kita akan lebih menguntungkan kita dan lawan akan mendapatkan posisi kuda kudanya tidak menguntungkan.

Demikian sedikit penjelasan tentang kaedah maenpo/silat sunda yang banyak di terapkan pada aliran "buhun" yang menjadi bukti kekayaan dan ke jeniusan para tokoh beladri masa lalu yang sudah memperhitungkan posisi, tenaga, rasa dan titik berat yang sangat mempengaruhi pada semua permainan silat tradisional khususnya di jawabarat 

 

 


Blog EntryKaidah dalam JurusDec 17, '07 3:56 AM
for everyone

Kaidah dalam jurus sebenarnya menggambarkan aturan, hukum dan perinsip yang  dianut suatu sistem beladiri. dimana didalamnya terdapat perinsip perinsip tenaga, titik ledak, energi, balance dan keseimbangan serta pernapasan dan rasa yang di lakukan selama melakukan jurus.

kesadaran dalam melakukan jurus dengan benar tidak lah cukup untuk bisa memahami kaidah jurus dan makna dari jurus itu sendiri, perlu jam terbang yang cukup tinggi dan kerajinan dari yang bersangkutan untuk melatih gerakan yang di kuasai sehingga menjadi gerak reflek yang sudah menyatu dengan badan kita.

ternyata faktor ini pun masih belum cukup juga, karena selain perlunya minat dan bakat untuk menguasai jurus sehingga bisa menguasai kaidah dalam jurus, ternyata faktor kecerdasan juga menjadi penentu atas penguasai sebuah jurus.

Daya analisa gerak, tenaga, balance dan rasa tidak cukup hanya di rasakan saja. perlu ada kemampuan lebih selain tentunya kekuatan fisik dan spirit yang perlu terus dijaga sebagai seorang praktisi beladiri.

Salah satu contoh apa yang penulis alami beberapa hari yang lalu, ketika menunjukan kembali kepada guru silat penulis bagaimana bentuk pukulan suliwa yang selama ini penulis fahami. ternyata ada hal perinsip dalam kaidah jurus yang penulis salah lakukan, dinama arah tenaga dan arah gerkan tidak sesuai dengan kaidah yang semestinya. ini baru disadari ketika beliau menunjukka akibat dari perbedaan kaedah ini terhadap teknik dan implementasi jurusnya.  

Ternyata perbedaan kecil sangat berdapak besar khususnya buat kita yang banyak belajar silat yang mengandalkan ketajaman rasa. contoh yang paling mudah adalah pada posisi tangan ketika sikap awal sebelum jurus. Kaidah dan perinsip jurus mengajarkan sebelum berjurus sikap siap kita adalah dalam posisi berdoa, dimana kedua tangan dalam posisi berdoa dengan arah tangan terbuka keatas dan sudut yang terbentuk di sikut kita kurang lebih 45 derajat.

ini adalah posisi paling rilex dan balance, dimana tenaga tangan nyaris kosong dan santai. bandingkan jika posisi tangan tidak terbuka dan miring, kemudian sikut kita membuat sudut lebih besar atau lebih kecil dari 45 derajat. maka posisi tangan kita tidak dalam keadaan rilex dan kosong, bahkan paling tidak kita harus mengeluarkan tenaga lebih besar untuk menahan posisi ini di bandingkan posisi sebelumnya.

saya semakin yakin bahwa kesadaran dan pemahaman terhadap kaidah jurus adalah faktor yang perlu di jelaskan dengan cukup gamblang, meski memang tidak semua guru akan menjelaskan secara detail maksud jurus bahkan rahasia jurus tersebut. 

pada nyataannya setiap kesalahan atau kekalahan yang terjadi dalam pertarungan hampir sebagian besar dapat dipastikan dari kurang pahamnya atas kaidah jurus sehingga tidak sempurna dalam berjurus serta masih kurang menguasai jurus dengan benar sehingga kita tidak bisa bersilat secara benar dan sesuai dengan kaidah jurus yang semestinya.

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help