Dalam beberapa aliran penca jawabarat kata Ceplosan, Kocoran, Leungitan sering di sebut sebagai salah satu kaidah silat yang di pakai. Secara bahasa kata Kocoran berarti mengalirkan arah serangan atau tenaga lawan, sedangkan kata Ceplosan bisa berarti Jeblos (bahasa indonesianya apa ya?) serangan atau tenaga lawan. sedangkan leungitan adalah menghilangnya sasaran lawan karena pindah baik secara target serangan maupun secara tenaga.
Istilah Kocoran mungkin agak sedikit mudah di jelaskan seperti perinsip mengalirkan tenaga lawan, karena kata kocor dalam bahasa sunda berarti mengalir. seperti pada kata "Cai Ngocor" yang artinya "Air Mengalir".
Contoh yang paling konkrit adalah pada kasus lawan menyerang dengan pukulan lurus yang di terima bukan dengan tangkisan tetapi dengan mengalirkan tenaga pukulan itu sampai habis. bisa dilakukan dengan tempelan atau tangkapan tergantung kasus yang di hadapi dan posisi yang kita sukai.
Istilah ceplosan bisa juga berarti jeblosan, mirip dengan Kocoran hanya saja ceplosan biasanya melewatkan serangan lawan dengan terlebih dahulu membendung tenaga lawan kemudian melepaskannya sambil memberikan tambahan tenaga atau serangan.
Contoh Ceplosan adalah ketika lawan menyerang di tahan (bendung) dengan tangan baik berupa tangkapan atau tangkisan yang menyebabkan lawan memaksa untuk memasukkan serangannya. nah pada moment lawan memaksa ini tenaga di kosongkan sehingga efek coplosan ini benar benar bisa dilakukan sekaligus menambahkan tenaga pada saat lawan nyeplos tadi.
yang ke tiga adalah Leungitan, ini erat kaitannya dengan permainan kosong, dimana lawan menyerang kita dan seketika juga kita hilang dari target serangan lawan (bersamaan). atau dalam permainan usik biasanya ketika lawan menyerang masuk maka kita akan memberika tenaga kosong sehingga lawan merasa seolah olah target serangan menjadi hilang.
Contohnya pada kasus lawan mendorong badan kita, ketika lawan mendorong maka bersamaan kita mengikuti gerakan lawan dengan posisi tenaga kosong menghilang dari target serangan lawan. bisanya gerakan ini dibantu dengan teknik robahan dan langkah sehingga lawan akan merasa kehilangan target serangan
Terakhir, sepertinya konsep ini agak susah di mengerti mengingat bahwa kaedah, Kocoran, Ceplosan dan leungitan ini hanya bisa di lihat dan di rasakan ketika bersamboeng tangan dengan lawan.
Mudah mudahan bisa menjadi pencerahan