Tak terasa lebaran sudah berlalu, menyisakan kenangan atas nikmatnya berpuasa dan bersilaturahmi sesama teman dan saudara.
Kenapa lebaran kali ini terasa berbeda, tentu saja karena baru lebaran kali ini saya 'keduluan' oleh guru saya yang datang silaturahmi pada hari kedua lebaran ini. Kronologisnya begini: waktu itu masih pagi (sekitar jam 8 pagi) saya di beritahu oleh istri saya bahwa guru saya datang dan sudah ada di depan pintu rumah ibu mertua saya. dengan tergopoh gopoh saya sambut kehadirannya di depan rumah saya. seraya memberikan tangan untuk bersalaman mengucapkan maaf lahir dan batin.
kejadian berikutnya ya seperti biasa, ngobrol ngaler ngidul sambil di selingi beberapa praktek usik penca yang selama ini saya tekuni dari mulai sejak SMP. memang ini sudah menjadi kebiasaan kita, ketika bertemu tanpa bersambung tangan rasanya ada yang kurang :)
beberapa kali guru saya mengupas tentang pentingnya memisahkan tenaga 'awak' dengan tenaga 'leungeun', bagaimana kita bisa usik tanpa mancing rasa lawan dan sebagainya. semua kita lakukan dari mulai sambil duduk sampai akhirnya kita praktek sambil berdiri. tentu saja saya harus memindahkan meja di ruangan tamu ibu mertua agar tidak menjadi korban dari praktek praktek kita yang kadang memerlukan tempat agak luas.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 siang dimana guru saya harus pamit untuk kerumah putrinya yang tidak jauh dari rumah saya, beliau berencana akan berjalan jalan ke arah jawa sana untuk menghadiri undangan beserta keluarga putra dan putrinya.
Terkenang bagaimana ketika saya pertama kali bertemu dengan beliau ketika itu saya masih kelas 2 SMP dan masih cupu dalam hal beladiri, beliau sangat berjasa pada saya dalam memberikan dasar - dasar silat yang sampai sekarang ini saya yakini dapat membantu saya khususnya dalam membeladiri saya dan keluarga.
Masih terbayang ketika harus pulang latihan dengan telapak kaki penuh lecet karena berlatih di atas lapangan tanpa alas kaki di siang hari. namun ini tidak mengurangi semangat saya untuk belajar pada guru saya yang satu ini. Setelah saya tekuni semua latihan saya masih suka 'ngingintil' guru saya kemana mana ketika beliau sedang melatih di beberapa tempat di bandung, kadang saya ikut latihan dari sore hingga malam (yang sampe sekarang menjadi kebiasaan kalau sudah latihan dan diskusi silat).
Kebiasaan ini lah yang mungkin sampe sekarang sudah mendarah daging dan keluarga sangat mengerti akan hobi saya dari mulai kecil ini. Pulang jam 2 malam atau bahkan sampe pagi sudah merupakan suatu hal yang biasa jika saya berlatih silat.
Bagi beberapa orang kebiasaan ini mungkin di anggap sesuatu yang gila, memang ini adalah suatu kegilaan, kegilaan karena gila silat.
dan saya menemukan orang orang gila Silat yang memiliki interest yang sama di FP2STI, orang yang tidak tahu waktu dan tempat kalau sudah bicara masalah silat.