Naga 's posts with tag: fp2sti

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag fp2sti
Start:     Jun 21, '08 12:00a
Location:     Padepokan pencak silat (tentative)
Peringatan ulang tahun FP2STI yang ke - 2 akan di adakan di Padepokan pencak silat (tentative), akan di meriahkan juga dengan diskusi Bulanan silat tradisional Banten - Silat terumbu (masih nunggu konfirmasi)

Blog EntryIPOSI - Silat Silau Macan dari tanah CondetDec 5, '07 7:13 AM
for everyone
IPOSI - Silat Silau Macan dari tanah Condet
http://silatindonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=12&artid=162 Tulisan ini hasil penelusuran kami saat berkunjung ke daerah condet, kawasan ini pernah menjadi daerah konservasi budaya betawi, oleh Gubernur Ali Sadikin pada tahun 1975, melihat kehijaun dan udaranya yang sejuk, daerah ini memang dikenal sebagai daerah penghasil buah salak dan duku hingga saat ini.

Condet yang terbagi dalam tiga kelurahan Bale Kambang, Batu Ampar, dan Kampung Gedung gagal menjadi cagar budaya dan kini telah dipindahkan ke Setu Babakan oleh pemerintah DKI Jakarta, namun bila melihat sejarah panjang daerah ini, sejak 3.000 sampai 4.000 tahun lalu di kawasan yang berbatasan dengan Kramatjati ini sudah ada kehidupan. Ditemukan kapak batu, gerabah, dan lampu perunggu di sini. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Budayawan Ridwan Saidi (Koran Republika-red) bahwa dahulu condet pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Salaksana pada tahun 120M, nama-nama yang menjadi sejarah seperti seperti Bale Kambang dan Batu Ampar. Bale Kambang adalah tempat pesanggrahan raja-raja, sedangkan Batu Ampar merupakan batu besar tempat meletakkan sesaji (sesajen).

Namun ada catatan yang tertinggal disana, bahwa condet tidak hanya sebuah kawasan yang memiliki ciri khas betawi namun juga budaya yang masih tertinggal dan tetap dijaga oleh penduduk asli betawi disana.

Sore itu kami bertiga ( Saya dan kedua teman dari milis pendaki) berniat bersilaturahmi dengan salah satu tokoh dari condet yang sudah tidak asing lagi, selain sebagai pemerhati budaya betawi, tokoh kita ini juga pandai bersilat, itulah Entong H. Sapri salah satu cucu dari Entong Gendut dirumah kediamannya. Kami bertiga diterimanya dengan baik, usianya memang sudah 75 tahun namun semangatnya terpancar dari wajahnya. Beberapa penghargaan dari pemerintah DKI Jakarta terpampang di dinding rumahnya yang sederhana, dengan halaman rumah yang ditumbuhi oleh pohon yang rimbun

Karena malam itu H. Sapri cukup lelah akhirnya kami pamit dan beliau mengajak kami untuk hadir pada malam rabu untuk melihat latihan silatnya, sayangnya undangan tersebut batal kami laksanakan karena ada kesibukan lain yang tidak bisa dihindari.

Satu tahun kemudian ada rasa kangen dengan H. Entong Sapri, dan bersama Mas Faried dari milis pendaki, saya dan Mas Ezra dari Milis Silatbogor akhirnya sepakat kembali menemuinya di rumahnya. Namun kabar duka mengurungkan niat kami bertiga, H. Entong Sapri sudah meninggal dunia satu tahun yang lalu tepatnya sebelum bulan puasa tahun 2005. ujur keluarga H.Sapri

Rasa duka yang mendalam menyelimuti kami, rasanya pertemuan waktu itu adalah pertemuan terakhir dengannya, hanya doa yang bisa kami berikan padanya agar Amal Ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Memang ada rasa kecewa karena tidak bisa lagi bertemu dengan Babeh Sapri, tapi rasa tersebut dapat terobati dengan hadirnya mas Didi (Ahmad Zainudin ) salah satu putra H. Entong Sapri, saat ini ia masih kuliah di salah satu Universitas di Jakarta, sebagai orang betawi ia paham betul arti sebuah pendidikan, karena melalui pendidikan inilah kami warga betawi bisa membangun citra pada orang betawi lainnya.

Mas didi cukup terbuka dan nampaknya ia pun menyadari arti sebuah pelestarian budaya, hingga iapun kini masih merintis sebuah buku tentang H. Entong Sapri baik sebagai pribadi maupun dalam organisasinya di pesilatan. IPOSI (Ikatan Pencak Silat Olahraga dan Silaturahmi) itulah nama perkumpulan silat H. Entong Sapri.

Ia pun tak segan-segan memperagakan sedikit ciri khas jurus dari pencak silat yang ia pelajari, apalagi kami sebelumnya telah mengetahui aliran silat IPOSI ini, kadang-kadang mas didi sempat bertanya dari mana kalian bisa tahu..? ya tentunya dari babeh anda sendiri waktu itu.

Melihat gerakannya IPOSI memang khas betawi dengan kuda-kuda yang rendah dan gerakan tangan yang cepat memberikan penekanan pada penyerangan dan juga bertahan, menurut H. Entong Sapri semasa Hidup kepada penulis bahwa silat ini punya maenan Cikalong seperti Suliwa, Silau macan, dan cimande. Gerakan jurus cikalongnya halus namun bertenaga dan sewaktu diperagakan jurus silau macan oleh mas didi, saya sempat teringat dengan salah satu perguruan silat betawi di acara festival silat betawi di Cibubur tahun 2006 lalu. Silau macan itulah jurus yang sering disebut – sebut oleh H. Entong sapri, dan malalui mas didi jelas sekali bahwa gerakan Silau macan layaknya macan yang akan menerkan musuhnya.

“Silat ini bertujuan untuk silaturahmi, babeh diusia tuanya masih melatih ke Tanah Abang hingga ke Cibinong, “ ujur Mas Didi. Sepeninggal babeh, kakak lelaki saya yang mewarisi dan menjaganya, dan tentunya kelaurga kami juga turut menjaga warisan ini.

Belajar silat IPOSI unsure agama Islam juga cukup kental terasa dimana, seseorang wajib menjalankan syariat islam dengan benar, bukan bertujuan mencari kesaktian tapi mencari iman melalui silat. Karena tujuan kita hidup ini untuk beribadah jadi ya berlatih silat juga Ibadah karena mensyukuri nikmat sehat.

Diceritakan juga bahwa condet merupakan basisnya pendekar dan juga alim ulama, dan salah satu pendekar yang cukup tersohor namanya adalah ayah kakeknya sendiri yaitu Entong Gendut, sepak terjangnya kepada Kompani belanda menjadi cerita sendiri yang menjadi sejarah daerah ini.

Untuk itu, sebaiknya kita kembali dulu pada keadaan ratusan tahun sebelumnya. Di ujung Jl Condet Raya terdapat sebuah gedung tua yang kini tinggal kerangka di bagian depannya karena terbakar pada 1985. Gedung yang terletak di Jl Tanjung Timur (Tanjung Oost) yang kala itu dinamakan gedung Grooneveld merupakan rumah tuan tanah terbesar yang pernah dibangun di Batavia (1756) yang letaknya jauh di luar kota. Waktu itu, untuk mencapai gedung megah ini diperlukan lima jam dari pusat kota (Pasar Ikan) dengan kereta kuda. Adanya gedung ini menjadikan kawasan tersebut hingga sekarang dinamakan Kampung Gedung.

Gedung ini dibangun oleh Vincent Riemsdijk, anggota Dewan Hindia, sebagai perkebunan dan sekaligus peristirahatan. Setelah kematiannya, putranya Daniel van Riemsdijk, seorang petani andal, benar-benar mengurus perkebunan Tanjung Timur dan mengelolanya dengan baik. Pada waktu itu, 6.000 ekor sapi digembalakan di perkebunan ini, tempat yang sekarang berdiri gedung-gedung megah dan jalan raya dari Tanjung Timur ke Terminal Kampung Rambutan.

Di gedung ini pada 1749 pernah berlangsung pertemuan antara Gubernur Jenderal Von Imhoff dan Ratu Syarifah Fatimah, wali sultan Banten. Syarifah, wanita terdidik dan cerdas, pada 1720 menjadi istri Pangeran Mahkota Banten, Zainul Arifin. Ia sangat berpengaruh terhadap suaminya ketika menjadi sultan Banten (1733). Tapi, Syarifah sendiri meninggal dengan merana karena dibuang ke Pulau Edam di Kepulauan Seribu, akibat pemberontakan Kyai Tapa (1750). Ia ditangkap akibat ambisinya untuk mengangkat Syarif Abdullah, yang menikah dengan keponakannya, untuk dijadikan pangeran mahkota Kesultanan Banten.

Gedung yang juga dikenal dengan Vila Nova itu telah beberapa kali berganti pemilik. Menurut Ran Ramelan dalam Condet Cagar Budaya Betawi tiap penggantian tuan tanah ini, diadakan peraturan baru yang memberatkan rakyat Condet. Terhadap tiap pemuda Condet yang telah menginjak dewasa dikeluarkan kompenian atau pajak kepala sebesar 25 sen (nilainya kira-kira 10 liter beras). Karena banyak petani yang tidak sanggup membayar blasting (pajak) yang sangat memberatkan itu, tuan tanah sering membawa petani yang tak sanggup membayar ke landraad (pengadilan). Dan tuan tanah di Condet kelewat getol dalam membikin perkara. Akibatnya banyak petani yang bangkrut, rumahnya di%@!#$&, atau tak jarang yang dibakar. Penduduk yang belum membayar blasting hasil sawah dan kebunnya tidak boleh dipanen.

Melihat penderitaan rakyat yang demikian itulah, Entong Gendut meradang. Ia kumpulkan sejumlah warga Condet. Panji perang dikibarkan. Dengan meneriakkan Allahu Akbar, Entong Gendut mengobarkan semangat jihad fi sabililah. Saat itulah, pada 5 April 1916 perang berkobar di Vila Nova yang ditempati Lady Lollinson dan para centengnya. Entong Gendut bersama para pemuda Condet, bersamaan dengan pertunjukan Tari Topeng menyerbu tempat itu.

''Allahu Akbar ..... Sabililah ..... gue enggak takut ame kompeni'', teriak Entong Gendut dan kawan-kawannya. Namun setelah datang bantuan dari Batavia, pemberontakan itu ditumpas. Haji Entong Gendut pun syahid tertemnbus timah panas. Ada berbagai versi tentang kematiannya. Haji Sapri, salah satu cucunya yang tinggal di Condet kepada penulis beberapa waktu lalu mengatakan, kakeknya ditembak Belanda bukan di Kampung Gedong, tapi di Batu Ampar. ''Saat beliau hendak melewati sungai ketika dikejar kompeni.'' Versi lain menyebutkan, jenazahnya diangkut kompeni, kemudian diceburkan ke laut. Nama pahlawan ini pernah diabadikan untuk sebuah jalan di Condet. Sayangnya, entah karena apa kini diganti menjadi Jl Ayaman, nama salah satu tuan tanah. (Koran Haraoan)

Dari cuplikan kisah tadi mungkin kita akan bertanya, mengapa kita sebagai warga betawi (Jakarta) membiarkan kekayaan budaya ini menghilang, dan tentunya melalui tulisan ini, kami berharap anda sebagai generasi muda memiliki rasa percaya diri bahwa silat adalah budaya dan asset kita bersama.

Penulis : Yanweka
Team : ( Faried, Ezra, Yans)

Disarikan dari :
-Alwi Shahab (Republika)
-Nugroho Notosusanto (Balai Pustaka)
-Kelurga H. Entong Sapri ( Mas Didi)


Hari minggu kemarin telah diadakan acara Festival Pencak Silat Tradisional yang dilaksanakan oleh Perguruan Silat Pajajaran Nasional di Taman Mini Indonesia Indah.

Berlangsung dari jam 9.30 pagi acara dimulai dengan pembukaan dan apel seluruh peserta yang dihadiri bukan hanya anggota pajajaran Nasional beserta cabangnya yang ada sampe negeri belanda. tetapi diikuti juga oleh perguruan silat lain seperti : Gagak Lumayung, putra betawi, tapak suci, ASAD,  Cikalong Pancer Bumi dan dari perguruan silat lainnya.

Dengan diiringi oleh kendang pecak semua perwakilan perguran tampil dimulai dengan pertunjukan dari perguruan silat gagak lumayung yang menunjukkan ibing silat sampe pertunjukan kekuatan bacokan, perkelahian dengan di tutup mata sampai kekebalan dengan air keras.

Dilanjutkan dengan ibingan dari cabang cabang pajajaran internasional baik yang datang dari Bogor sendiri, sampai yang datang dari NTT bahkan dari Pajajaran cabang belanda.

Acara berlangsung menarik meski terlihat jarang sekali penonton yang hadir, apakah ini disebabkan oleh tertutupnya kegiatan ini atau memang publikasi yang tidak maksimal? wallohualambissawab. 

yang penting para pencinta silat tampak datang khususnya teman teman dari FP2STI yang sekalian bersilaturami dengan beberapa anggotanya dalam acara ini. beberapa sesepuh FP2STI yang tampak unjuk kebolehan di panggung diantaranya Bp. Tubagus Bambang dari Cinkrik Goning dan Bp. H, Azis dari Cikalong pancer bumi.

Akhirnya Jaya persilatan Tradisional Indonesia !!!


Blog EntrySilaturahmu yang menyenangkanOct 25, '07 10:21 PM
for everyone

Tak terasa lebaran sudah berlalu, menyisakan kenangan atas nikmatnya berpuasa dan bersilaturahmi sesama teman dan saudara.

Kenapa lebaran kali ini terasa berbeda, tentu saja karena baru lebaran kali ini saya 'keduluan' oleh guru saya yang datang silaturahmi pada hari kedua lebaran ini. Kronologisnya begini: waktu itu masih pagi (sekitar jam 8 pagi) saya di beritahu oleh istri saya bahwa guru saya datang dan sudah ada di depan pintu rumah ibu mertua saya. dengan tergopoh gopoh saya sambut kehadirannya di depan rumah saya. seraya memberikan tangan untuk  bersalaman mengucapkan maaf lahir dan batin.

kejadian berikutnya ya seperti biasa, ngobrol ngaler ngidul sambil di selingi beberapa praktek usik penca yang selama ini saya tekuni dari mulai sejak SMP. memang ini sudah menjadi kebiasaan kita, ketika bertemu tanpa bersambung tangan rasanya ada yang kurang :)

beberapa kali guru saya mengupas tentang pentingnya memisahkan tenaga 'awak' dengan tenaga 'leungeun', bagaimana kita bisa usik tanpa mancing rasa lawan dan sebagainya. semua kita lakukan dari mulai sambil duduk sampai akhirnya kita praktek sambil berdiri. tentu saja saya harus memindahkan meja di ruangan tamu ibu mertua agar tidak menjadi korban dari praktek praktek kita yang kadang memerlukan tempat agak luas.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 11 siang dimana guru saya harus pamit untuk kerumah putrinya yang tidak jauh dari rumah saya, beliau berencana akan berjalan jalan ke arah jawa sana untuk menghadiri undangan beserta keluarga putra dan putrinya.

Terkenang bagaimana ketika saya pertama kali bertemu dengan beliau ketika itu saya masih kelas 2 SMP dan masih cupu dalam hal beladiri, beliau sangat berjasa pada saya dalam memberikan dasar - dasar silat yang sampai sekarang ini saya yakini dapat membantu saya khususnya dalam membeladiri saya dan keluarga.

Masih terbayang ketika harus pulang latihan dengan telapak kaki penuh lecet karena berlatih di atas lapangan tanpa alas kaki di siang hari. namun ini tidak mengurangi semangat saya untuk belajar pada guru saya yang satu ini. Setelah saya tekuni semua latihan saya masih suka 'ngingintil' guru saya kemana mana ketika beliau sedang melatih di beberapa tempat di bandung, kadang saya ikut latihan dari sore hingga malam (yang sampe sekarang menjadi kebiasaan kalau sudah latihan dan diskusi silat).

Kebiasaan ini lah yang mungkin sampe sekarang sudah mendarah daging dan keluarga sangat mengerti akan hobi saya dari mulai kecil ini. Pulang jam 2 malam atau bahkan sampe pagi sudah merupakan suatu hal yang biasa jika saya berlatih silat.

Bagi beberapa orang kebiasaan ini mungkin di anggap sesuatu yang gila, memang ini adalah suatu kegilaan, kegilaan karena gila silat.

dan saya menemukan orang orang gila Silat yang memiliki interest yang sama di FP2STI, orang yang tidak tahu waktu dan tempat kalau sudah bicara masalah silat.

 

 


Peresmian Website Baru Komuniti Silat Indonesia - Sahabatsilat.org Pengemar beladiri nusantara (silat) mendapatkan menu tambahan berupa situs atau website dalam format bahasa inggris yang beralamat di http://www.sahabatsilat.org/, situs yang rencananya diresmikan pada tanggal 10 Juni 2007 bertepatan dengan HUT pertama forum pecinta pelestari silat tradisional (FP2TS) yang terkesan terlupakan, karena bertepatan dengan acara yang begitu banyak dan singkat.

Walaupun demikian situs ini hadir untuk menyuguhkan kerinduan akan informasi khususnya pencak silat dalam bahasa inggris yang umumnya ditujukan kepada pesilat dunia, agar mereka mengetahui perkembangan pencak silat dari negeri asalnya. Situs lain yang lebih dahulu menyuarakan tentang pencak silat dalam bahasa inggris yang menjadi patokan pencak silat Indonesia adalah http://www.kpsnusantara.com/ dan beberapa situs dari perguruan silat di tanah air.

Menurut Uda Alda F. Amtha, "Situs ini hanya sebagai pelengkap informasi dari ratusan situs pencak silat dari negera lain yang sudah sejak dahulu menyuarakan informasi mengenai pencak silat" ujurnya.

Ery Nugroho salan satu anggota FP2TS dan juga anggota Milis silatindonesia yang mencetuskan ide pertama kali nama "Sahabat Silat" yang akhirnya di tindak lanjuti dengan pembuatan situs hasil sumbangan dari rekan Luri Darmawan.

Luri Darmawan menjelaskan, "setidaknya ada 2 situs sahabatsilat saat ini yaitu sahabatsilat.com yang ditujukan untuk komunitas pencak silat agar mereka dapat saling berdiskusi dengan terbuka, dan satu situs adiknya bernama "sahabatsilat.org" yang tentunya ini ditujukan untuk website berita ataupun artikel dalam bahasa inggris".

Sahabatsilat.org ini dikomandani oleh Uda Alda F. Amtha sebagai koordinator dan dibantu oleh Bapak Bambang Saskoro dan Ray Hook sebagai penerjemah sekaligus editor, Ery Nugraho, Martin dan Kiki sebagai "Editor Admin".

"Sekarang baru beberapa buah artikel yang sudah diterjemahkan kedalam bahasa inggris", kata Alda. "Harapannya sih semua artikel yang bagus dan cocok dimuat di sahabatsilat.org akan terus diterjemahkan, Insya Allah ada tambahan tenaga muda khususnya rekan-rekan pesilat yang bahasa inggrisnya bagus atau pesilat yang saat ini tinggal di negeri lain, contohnya mas Habibie yang sudah merampung satu artikel dan akan terus membantu kami" ujur Alda berharap.

Sahabatsilat.org membawa misi yang sangat penting bagi pencak silat, terutama untuk pesilat dari 5 benua, karena informasi silat terutama dari negeri asalnya sangatlah jarang, apalagi ada beberapa situs silat yang berasal dari Amerika dan Eropa yang isi situsnya sangat tidak relevan dengan yang ada dinegeri sumbernya. Dalam hal ini adalah Silat Serak yang katanya di copyright oleh Pesilat asal Amerika yang menyatakan bahwa silat serak sudah punah dan satu-satunya pewarisnya adalah mereka. Padahal di Bogor atau di Jawabarat masih banyak pesilat yang tetap menjaga silat serak ini hingga sekarang, hal ini terjadi karena kurangnya informasi.

"Yang terpenting bagi kita adalah memberikan informasi, agar informasi tetap seimbang, benar dan terpercaya, tugas sahabatsilat.org dalam hal ini akan sangat berat", ujur Alda kembali.

Oleh sebab itu dengan niat yang tulus dan iklas Insya Allah situs ini dapat menjadi sumber informasi tambahan atau menjadi situs rujukan bagi negera lain memandang perkembangan pencak silat di negeri asalnya Indonesia.

Berbeda dengan sahabatsilat.org, situs dengan nama domain yang hampir sama yaitu sahabatsilat.com yang telah online sejak 26 April 2007, membawa misi sebagai ajang gaul bagi pesilat di Indonesia maupun di Dunia, karena menggunakan dua bahasa. Selain ajang gaul menurut kisawung "situs ini bisa menjadi tempat diskusi yang mengasikkan, bahkan sampai asiknya saya sering lupa dengan situs lainnya yang saya kunjungi" ujur moderator forum diskusi ini.

"Ada yang lebih penting dari Forum diskusi ini yaitu berguna untuk persahabatan antar pesilat sesuai dengan namanya ‘sahabatsilat.com', dan melalui forum ini ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan dalam milis yaitu diskusi yang ter-arah dan bertanggung jawab karena setiap kategori dibimbing oleh Moderator yang mengarahkan agar diskusi bejalan dengan baik." Kata pak Bambang yang saat ini menjadi Moderator Forum Diskusi dalam bahasa Inggris.

Satu catatan menarik dari pemantaun rekan-rekan di komunitas pencak silat, ternyata melalui Forum Diskusi kita mendapatkan informasi yang sangat berguna, yaitu pengalaman seseorang dalam berlatih pencak silat, hingga pengalaman dalam menelusuri sebuah aliran silat langka. Informasi ini saling terkait dan menyebabkan terungkapnya sebuah aliran yang semula gelap kini menjadi sedikit lebih jelas.

"Pengalaman dalam bergaul sesama pesilat khususnya di Dunia Maya memang sangat terbuka, sehingga batasan Egoisme antara perguruan yang satu dengan yang lainnya tidak terasa disini, mungkin melalui website maupun WebForum diskusi dan Mailing-list batasan-batasan yang selama ini ada dalam setiap perguruan menjadi cair dan setiap perguruan mampu bekerja sama dengan baik, dan inilah yang namanya silaturahmi" Ujur Iwan Setiawan dan Eko Hadi.

Walaupun baru, mudah-mudahan masih banyak generasi muda yang tampil menjadi pejuang - pejuang untuk mengembangkan silat dan memperbaiki Image pencak silat, sehingga silat bisa digemari oleh berbagai lapisan masyarakat, perjuanga ini membutuhkan SDM atau sumber daya manusia yang peduli, berpendidikan, berwawasan luas, terbuka dan ber-akhlak baik. Sudah waktunya guru-guru silat kita yang hidup tampa penghargaan melalui peran generasi muda mereka mendapatkan penghargaan sebagai pejuang sejati dalam ikut melestarikan silat sebagai kekayaan bangsa. ( YK )

Liputan SilatIndonesia.com

Sumber: www.silatindonesia.com

ddd
dThumbnaild
ddd
Kemarin di Ruangan Meeting Persilat Padepokan Pencak silat Taman Mini, dilaksanakan acara tumpengan dalam rangka memperingati 1 tahun didirikannya FP2STI, semua harapan dan dambaan seolah olah tersampaikan dalam acara ini. kerinduan akan berdirinya Silat di tanah air sendiri seakan menjadi harapan besar agar kelestariannya bisa tetap di jaga.
Dengan FP2STI ini semua berharap silat tradisional bisa dilestarikan dan terbebas dari ancaman kepunahan

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help