Blind spot adalah istilah yang sering di gunakan untuk posisi dimana lawan kesulitan untuk mendeteksi dan mengcounter serangan yang kita masukkan. Untuk mendapatkan posisi ini tidak gampang dan rata - rata harus menunggu serangan lawan dulu baru bisa masuk blind spot inti dari pencapaian blind spot ini adalah lawan harus lengah dan membuka pertahanan dan salah satu cara membuka pertahanan lawan adalah membiarkan lawan menyerang duluan.
Meski memang ada banyak macam cara untuk mendapatkan blind spot ini, tapi cara yang paling umum dilakukan adalah diawali dengan teknik hindaran keluar (egos) dan menyerang lawan dari posisi luar.
Yang di maksud posisi luar ini adalah posisi menyambut serangan dari luar (dalam silat dikenal juga dengan teknik sambut luar. aplikasi teknik ini adalah dengan cara menghindar serangan lawan (baik pukulan atau tendangan lurus) kearah kanan lawan dengan membentuk sudut tertentu terhadap posisi lawan (biasanya sudut serangnya adalah 45 derajat).
di beberapa aliran silat teknik dari blind spot ini di barengi juga dengan serangan masuk dari arah samping luar lawan (biasanya jika lawan memukul dengan tangan kanan, kita akan sambut dari arah tangan kanan luar). bentuk serangan masuk bisa pukulan atau tendangan.
bahkan ada juga yang sambil menyerang melakukan kawalan terhadap tangan kanan lawan dan biasanya yang dikawal itu adalah sikut dari tangan kanan lawan. kawalan sikut ini dalam melakukan teknik blind spot berguna untuk menjaga agar lawan tidak bisa menggunakan tangan kanan untuk melakukan belaan atas serangan yang dilakukan dari blind spot.
teknik mendapatkan posisi blind spot ini memang perlu ketekunan dan kesabaran dalam melatihnya agar senantiasa mendapatkan posisi blindspot yang paling sempurna. saya yakin semua aliran beladiri memanfaatkan posisi ini sebagai titik serangan balik bagi lawan yang cukup mereportkan (kalau tidak disebut mematikan).
Semoga menjadi pencerahan bagi kita semua...