Istilah MAEN di betawi jaman dulu identik dengan permainan silat yang di kuasai oleh seseorang. pertanyaan seperti "Maenannya ape Bang?" sama saja bertanya bisa silat apa Bang? Maka istilah maen pukulan, maen ujungan menjadi salah satu istilah yang umum di gunakan di kalangan pemuda jaman baheula di betawi.
Demikian juga di jawabarat kala itu (baca jaman normal = Jaman dulu), orang tidak pernah mengucapkan saya bisa silat A, B atau C. Karena bisanya orang lebih suka menyebutnya Ulin untuk aliran silat yang di kuasai. maka istilah "Tukang Ulin" atau tukang penca lebih populer di bandingkan jago silat.
Selain istilah Ulin, ada juga Ameng yang artinya sama yaitu permainan meski secara bahasa ameng lebih halus dari Ulin tetapi maksud dan tujuannya sama yaitu permainan silat yang di kuasai.
Istilah lain adalah Usik, istilah ini di gunakan di wilayah parahiyangan yang berarti gerak. orang tua dulu sering juga menggunakan istilah "Tukang Usik" buat seseorang yang memang ahli silat dan senang menjajal para pendekar lainnya. Istilah usik sering di gunakan untuk menggambarkan permainan silat antara 2 orang ahli silat. maka istilah "usik-usikan" di maksudkan untuk 2 orang yang saling beradu teknik silat (bukan duel).
Kata Gerak juga di kenal di beberapa aliran silat, seperti Gerak Rasa, Gerak Saka, Gerak Sanalika. yang kalau secara bahasa sama artinya dengan Usik. artinya permainan gerak tangan, kaki dan badan.
Orang dulu tidak mengenal istilah beladiri, istilah maen, ulin/ameng ataupun usik mungkin lebih populer. seperti istilah maen po cikalong = Ulin Cikalong = Amengan Cikalong = Usik Cikalong.
Istilah pencak silat mulai di kenal setelah indonesia merdeka, dengan menggabungkan kata silat yang berasal dari kata melayu dan pencak yang berasal dari kata jawa. daerah sunda sendiri lebih mengenalnya Penca